Papua Tidak Butuh Ekspedisi NKRI

Ekspedisi NKRI kembali digelar pada Februari hingga Mei 2016 ini. Kali ini, ekspedisi yang dinaungi oleh  Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini akan menjelajahi Bumi Papua Barat.

Namun, tidak semua pihak menyambut baik ekspedisi yang melibatkan prajurit TNI dan Polri ini. Seperti pada Selasa (9/2/2016) lalu, puluhan aktivis yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Sipil Tolak Ekspedisi NKRI menggelar aksi massa di depan Istana Negara untuk menolak kegiatan itu.

Mereka menilai, ekspedisi NKRI Papua Barat sangat berbau militerisme dan cenderung untuk mengeruk Sumber Daya Alam (SDA) Papua kedepannya.

“Sejak kapan TNI/Polri bisa jadi peneliti? Kalau benar ini tujuannya semata-mata penelitian kok yang dikirimkan lebih banyak personel TNI/Polri dibanding tim peneliti? Ini sangat militeristik,” ujar Veronica Komang, Pengacara Publik LBH Jakarta, dalam aksi tersebut.

Menurut dia, untuk mendata dan memetakan SDA serta sosial budaya bukanlah tugas dan wewenang kementerian PMK, apalagi TNI/Polri. Dia juga menduga pendataan dan pemetaan itu bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar proses investasi asing masuk ke tanah Papua.

“Perampasan tanah adat, kerusakan lingkungan, masuknya militer sebagai penjaga perusahaan, adalah sedikit dari berbagai dampak yang akan ditimbulkan dari masuknya investor secara besar-besaran,” kata dia.

Vicky Tebay, seorang mahasiswa Papua, juga menganggap ekspedisi itu sangat ironis di tengah kasus kematian 66 bayi dan balita di Kabupaten Nduga, Papua.

Menurutnya, yang dibutuhkan Papua adalah tenaga dokter dan guru, bukan tentara. “Kami orang Papua tidak butuh Ekspedisi NKRI. Kami butuh dokter dan guru!” tegasnya.

Untuk diketahui, ekspedisi NKRI Papua Barat memberangkatkan 1200 personil. Sebanyak 670 adalah personil TNI/Polri dan 530 personil sipil.

Selain mendata dan memetakan SDA dan sumber daya manusia, ekspedisi NKRI juga membangun infrastruktur di daerah terpencil, bakti sosial, menumbuhkan rasa cinta tanah air, dan lain-lain.

Mahesa Danu

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid