Seorang Mahasiswa Kiri Perancis Tewas Dipukuli Oleh Neo-Nazi

Clement Meric, 19 tahun, aktivis mahasiswa kiri Perancis yang dibunuh kelompok Neo-Nazi

Clement Meric, 19 tahun, mahasiswa di Science Po University (Institut Politik Paris), dipukuli oleh segerombolan pemuda Neo-Nazi di dekat stasiun St. Lazare pada hari Rabu (5/6/2013).

Ia kemudian dilarikan ke sebuah rumah sakit karena luka di bagian kepala. Namun, pada hari Kamis (6/6) kemarin, mahasiswa yang aktif di gerakan kiri itu dinyatakan meninggal dunia.

Tiga orang pria dan seorang wanita, yang berusia antara 20 hingga 37 tahun, di tangkap di kota pinggiran kota Paris. Tiga pemuda lainnya juga ditangkap kemudian. Mereka diduga sebagai pelaku pemukulan terhadap Clement Meric. Saksi mata mengatakan bahwa pelaku diidentifikasi sebagai kelompok “Skinhead”.

Menurut Menteri Dalam Negeri Perancis, Manuel Valls, salah seorang tersangka menggunakan tatto swastika di badannya. Mereka diduga terkait dengan organisasi bernama Pemuda Nasionalis Revolusioner (JNR), sebuah organisasi fasis yang sering melakukan aksi kekerasan di jalanan.

“Sebuah organisasi kanan garis keras berada di balik pembunuhan ini,” kata Manuel Valls.

Namun, pendiri JNR membantah tudingan itu dan menyatakan bahwa ada organisasi preman di balik kekerasan itu.

Front Kiri, yang menganggap Meric sebagai salah satu pendukungnya, menuntut pembubaran semua organisasi fasis dan semua orgaisasi yang melakukan kekerasan rasial.

Banyak komentator menyatakan bahwa kekerasan sayap kanan meningkat di Perancis sejak perdebatan mengenai perkawinan sejenis mengemuka. Kelompok kanan garis keras, dengan bersenjatakan batu bata, pentungan, dan petasan, sering melakukan serangan di jalanan.

Sekretaris Jenderal Partai Komunis Perancis  Pierre Laurent menggambarkan kejahatan ini sebagai “tragis dan menjijikkan”.

Dia mengatakan, kebencian dan kekerasan sayap kanan fasis merupakan pangkal dari kejahatan itu dan menyerukan agar terus-menerus menuntut pembubaran faksi kanan garis keras.

Presiden Perancis Francois Hollande, yang sedang melakukan kunjungan resmi ke Jepang, mengutuk serangan sayap kanan garis keras pada hari rabu itu.

Hollande menjanjikan akan mengambil tindakan cepat jika jaringan kelompok kanan garis keras itu sudah terungkap. “Karena sudah terlalu lama kelompok ini melakukan gangguan dan, karena itu, harus bisa ditekan,” katanya.

Marine Le Pen, pimpinan Front Nasional, partai yang mewakili kecenderungan fasisme di Perancis, menyatakan mengutuk kejadian itu dan menegaskan bahwa partainya sama sekali tidak terkait dengan serangan tersebut.

Sementara itu, mahasiswa dan aktivis anti-fasis menggelar aksi pawai di seluruh Perancis untuk menunjukkan solidaritas dan sekaligus mengutuk pembunuhan Clement Meric.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut