19 Petani Peserta Aksi Jalan Kaki Jambi-Jakarta Dilarikan ke Rumah Sakit

Sebanyak 19 orang petani Jambi, yang tengah melakukan aksi jalan kaki menuju Jakarta, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Lilin, kecamatan Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (31/3).

Menurut Wahyu D Susilo, aktivis Serikat Tani Nasional (STN) yang mendampingi petani di rumah sakit, rata-rata petani yang sakit ini mengeluh demam tinggi.

“Mereka tiba-tiba mengalami demam tinggi, jadi terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit. Ada juga yang batuk, sesak, dan menggigil. Awalnya 11 orang, kemudian menyusul lagi ada 8 orang,” kata Wahyu.

Menurut keterangan pihak Rumah Sakit, sebagian besar petani yang sakit tersebut disebabkan oleh infeksi. Penyebabnya, bisa jadi karena keletihan atau asupan makanan yang kurang nutrisi.

Dari 19 orang tersebut, ada dua petani yang mengalami sakit dan kondisi fisik yang merosot cukup parah, yaitu Hambali (52 tahun) dan Tiurma (54 tahun). Keduanya langsung diobservasi untuk mengetahui penyakitnya lebih jelas.

Karena banyaknya petani yang jatuh sakit, aksi jalan kaki menuju Jakarta ini beristirahat 2 hari. Mereka mengisi waktu dengan diskusi mengenai perkembangan kasus mereka.

Rencanya, pagi (1/4) tadi, petani kembali akan melanjutkan aksi jalan kaki menuju Jakarta. Mereka akan menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera menyatakan keadaan “darurat agraria” dan membentuk Komite Nasional Penyelesaian Konflik Agraria.

Mereka juga menuntut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk segera mengeluarkan SK Pencadangan HTR di Dusun Kunangan Jaya I, Kunangan Jaya II dan Mekar Jaya sesuai surat Menteri Kehutanan nomor : S.92/VI-BUHT/2013 tanggal 30 Januari 2013.

Muhammad Idris

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut