13 Januari, Rakyat Bima Kembali Bergerak

Perjuangan rakyat Bima tidaklah surut. Pada 13 Januari mendatang, ribuan rakyat Bima akan menggelar aksi massa di sejumlah titik.

Aksi tersebut akan dilakukan di dua titik. Aksi pertama akan berlangsung di depan kantor Bupati Bima. Aksi ini akan digelar oleh sejumlah organisasi mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Sedangkan aksi kedua akan digelar oleh rakyat Lambu dan Sape di bawah payung Front Rakyat Anti Tambang (FRAT) di desa-desa masing-masing. Aksi akan berbentuk rapat akbar-rapat akbar.

Menurut Syarif Bimbim, salah seorang aktivis LMND yang terlibat penyiapan aksi, Isu utama yang akan diusung adalah pencabutan SK 188/2010 tentang ijin eksplorasi PT. Sumber Mineral Nusantara.

Tuntutan lainnya yang akan diusung adalah desakan pembebasan terhadap semua aktivis dan warga Bima yang ditahan oleh pihak kepolisian.

Menurut Musatin Gery, salah seorang aktivis FRAT Bima, aksi ini bertujuan untuk mendesak Bupati Bima, Ferry Zulkarnain, segera mencabut SK 188/2010. “Jika tetap tidak direspon, maka rakyat Bima akan mengambil jalan yang lebih keras,” katanya.

Menurut Gery, selain aksi yang akan berlangsung di Bima, aksi serupa juga berlangsung di kota Mataram dan Jakarta. Di Mataram, aksi akan dilakukan dengan menggelar pendudukan di depan kantor Gubernur NTB. Massa aksi akan mendesak Gubernur NTB segera mengeluarkan pernyataan tertulis terkait pencabutan SK 188/2010.

Lalu, di Jakarta, aksi akan digelar di depan kantor Menteri ESDM. Sejumlah warga dan mahasiswa Bima di Jakarta akan bergabung dalam aksi ini. Aksi ini juga akan melibatkan SRMI, LMND, STN, dan PRD.

“Kami mendesak Menteri ESDM, Jero Wacik, agar segera mengeluarkan sikap resmi mengenai pencabutan ijin pertambangan di Bima,” kata Gery.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut